Dari Animasi Stop Motion ke …Film!
Dengan berlatih keras membuat storyboard dan memotret frame animasi ‘stop motion’, lama-lama kita trampil juga. Sepertinya sudah dekat, tinggal selangkah atau dua langkah lagi menuju film. Kelas amatir, biarin, tidak apa-apa.
Jalan terus.
Untuk melengkapi pengetahuan dan ketrampilan kita berikut 2 contoh cara membuat animasi ‘stop motion’ sampai jadi film. Tahu film kartun ‘Shaun the Sheep‘? Nanti dibahas ringkas. Sekarang ‘Gulp’ dulu, film animasi ‘stop motion’ dengan setting terbesar di dunia.
G u l p
Sempat nonton ‘Gulp’? Luar biasa. Film animasi ini menggunakan orang, benda, dan gambar di pasir untuk model dan latarnya. Kalau sudah menonton lanjutkan menonton cara buatnya. Tak kalah menarik.
Secara garis besar langkah pokok pembuatan sama saja dengan cara membuat animasi ‘stop motion’ sederhana di posting lalu. Berikut ringkasannya,

Storyboard — ada di baris bagian atas. Seorang nelayan ditelan ikan pemangsa berukuran raksasa yang makan apa saja termasuk ranjau laut yang meledak karena terkena kapal. Kapal, nelayan, beserta ikan tangkapannya berhamburan ke permukaan laut.
Setting — Ceritanya ‘sih mungkin biasa-biasa saja, tetapi niat mengangkat menjadi film dengan pasir pantai seluas 1000 m2 sebagai setting latar, membuatnya jadi istimewa.
Dua perahu dipakai; perahu “setengah” diletakkan di pasir untuk adegan tampak samping, kapal utuh untuk adegan tampak atas. Nakodanya, orang sungguhan; mulut ikan hiu, ombak, matahari, dan burung, semua adalah gambar yang dibuat di atas pasir. Model lainnya seperti ikan dan ranjau adalah cetakan.
Pemotretan — diperlihatkan di bagian bawah gambar di atas. Untuk durasi film 1,5 menit (90 detik) pada kecepatan 25 ‘fps’ (frame per second), jumlah adegan total yang harus di’jepret’ 2,250. Setting adegan demi adegan sebanyak itu dikeroyok oleh banyak orang (mahasiswa). Semua dikerjakan di atas pasir. Pemotretan dilakukan dari ‘studio’ di dekat sana, yang memantau setiap frame pergantian adegan di atas pasir dari monitor komputer. Hebatlah.
Film — Setelah melalui proses penyuntingan panjang, kumpulan foto dirangkai jadi video. Ditambah musik latar, jadilah film!
Shaun The Sheep
Rasanya semua tahu ‘Shaun The Sheep’, film seri TV yang terkenal di seluruh dunia dan kini juga sudah ditayangkan di TV kita. Film seri ini adalah contoh nyata animasi ‘stop motion’.

Film animasi ‘Shaun’ digarap apik, teliti, sangat detil, memperhatikan sampai ke bagian sekecil-kecilnya. Model rumah, mobil, dan obyek lainnya untuk setting latar, dan gerakan seperti berjalan, berlari, meloncat, semua dipelajari seksama meniru keadaan sesungguhnya.
Lihat ‘storyboard’ disempurnakan pada 2 gambar terakhir. Domba dan obyek di pekarangan rumah diatur posisinya terlebih dahulu menggunakan model tiruan (‘dummy’) sebelum digantikan model domba untuk dipotret. Ternyata rumit juga.
Shaun, film pendidikan yang bagus untuk anak-anak dengan model tokoh domba dan beberapa binatang lain, mencerminkan kecerdasan, kreativitas, lugu dan lucu, rakus, dan sebagainya.
Belajar Terus
Kedua film animasi stop motion, ‘Gulp’ dan ‘Shaun’ berlangsung tanpa dialog. He.he… suara burung camar dan embikan domba tidak termasuk dialog ‘kan. Posting kita menang sedikit, ada, meski cuma ‘lipsync’ 2-4 kata saja.
Animasi ‘stop motion’ terkecil di dunia — dibuat oleh tim ‘Gulp’ dan diberi nama ‘Dot‘. Model adalah boneka mini seukuran kancing baju. Idenya menarik dan lucu. Pemotretan masih menggunakan kamera ponsel yang dipasangi ‘cellscope’ semacam mikroskop kecil di lensa kameranya.
Kompetitornya ‘Finger Nail Animation‘, menggunakan kuku sebagai latar, kuku imitasi tentunya. Mobil digambar memakai cat kuku di atas kuku. Hebat. Film animasi dibuat untuk iklan mobil yang kini mulai tampak berseliweran di Indonesia.
Klik (halaman baru) untuk ‘Dot’, ‘Finger Nail’, ‘Shaun’:
Animasi ‘stop motion’ lainnya — ada beberapa yang bisa ditiru, khususnya bagi para pemula, Skittles, Lost Things, Dreaming Girl.
Tontonlah sebanyak-banyaknya cara pembuatan film animasi ‘stop motion’, misalnya di 50 Incredible Stop Motion Videos. Ini memperkaya ide dan memancing kreativitas untuk menciptakan film animasi ‘stop motion’ yang bagus.
Ayo kita rame-rame buat film animasi ‘stop motion’ perdana!
(belum bisa seperti ‘gulp’, ‘dot’, ‘shaun’, masih kelas youtube; nanti coba ‘ah ikutan kontes klip video)
Update:
Contoh kompetisi animasi ‘stop motion’ (yang sudah dan tahun ini 2012):
1. Students Design Competition- ‘Fashion in Motion’ (sudah dikoreksi)
2. Ray Harryhausen’s Fantasy Scrapbook Animation Competition
3. The Animation Race 2012
4. Red Bull Canimation
5. Stop Motion Animation Competition 2D/3D (untuk pemula, hobbyist)
Kamera punya, laptop ada, program tersedia, bikin apa ya enaknya di liburan akhir pekan yang lumayan panjang ini…?
Yes! Mau bikin animasi ‘stop motion’ sederhana. Buat anak-anak. Yang bikin senang, yang nonton senang. Modalnya 2 saja, lilin malam mainan menggantikan tanah liat (clay) dan ‘mata‘. Buntut, tidak termasuk. Bahan bisa dibeli di ‘super mart’ dan toko buku besar. Murah, meriah, ceria.
Story Board
Animasi seperti film, ada ceritanya. Ciptakan sebuah cerita atau dongeng yang menarik, enteng, pendek. Tuangkan cerita ke naskah bentuk gambar, yang lebih dikenal dengan nama ‘storyboard’. Cantumkan sedikit keterangan di gambar masing-masing.
Animasi ‘stop motion’ lalu mengisahkan proses ‘pembuahan’ atau fertilisasi. Jumlah gambar ‘storyboard’ bisa banyak, tetapi untuk animasi sederhana (sangat pendek) seperti posting kemarin, 3 gambar seperti di samping sudah memadai.
‘Storyboard’ adalah acuan kita menyusun adegan-adegan yang akan dibuatkan animasinya nanti. Gambar #1 misalnya, animasi ‘kecebong’ yang sibuk berpacu menuju ‘sel telur’. Gambar #2, animasi upaya ‘kecebong’ menguasai ‘sel telur’, dan gambar #3 animasi proses pertumbuhan menjadi janin.
Model
Obyek animasi ‘stop motion’ diwakili model yang kita bentuk dari lilin malam. Di sini hanya 2, ‘kecebong’ dan ‘sel telur’. Biar seru ‘kecebong’ dipasangi ‘mata’ dan ‘ekor’ (dari kawat kabel listrik, biar mudah ditekak-tekuk). Bentuk suka-suka, bebas; kerahkan seluruh imajinasi dan kreativitas kita!
‘Pret’… ‘pret’!
Tibalah saat-saat penting, pemotretan.
Buat foto untuk frame video animasi ‘stop motion’ kita. Tidak terlalu repot. Cari meja datar, hamparkan secarik kertas lebar, pasang kamera di atas tripod (‘kaki-3′), arahkan dan bidik untuk me”nangkap” setiap perubahan gerak dari model di atas kertas.
Atur adegan obyek untuk gambar #1. Siap? ‘Pret’! Geser obyek dan ubah posisinya sedikit, ‘pret’, geser lagi sedikit ‘pret’.., lagi ‘pret, ..’pret’, ..’pret’. Demikian seterusnya sampai seluruh adegan yang diperlukan gambar #1 tuntas dipotret.
Tips: (1) kamera diam di tempat, tidak boleh bergetar, bergeser, atau bergerak, (hanya model yang berpindah), (2) perubahan dibuat sedikit demi sedikit agar gerakan tampak “halus”, tidak patah-patah atau kesan meloncat, (3) atur posisi lampu pencahayaan atau penerangan, kalau dipakai, sehingga bayangan obyek memberi kesan ’3D’ yang bagus.
Lanjutkan mengambil foto adegan gambar #2 dan gambar #3. Beres.
Jadi video
Kita sekarang punya sekian puluh frame yang siap dibuat jadi video animasi ‘stop motion’ yang cantik! Jalankan program video editor favorit kita dan mulai menyunting. Virtualdub dapat melakukannya dengan mudah. Beri bernomor urut foto kemudian buka foto pertama, program memanggil otomatis seluruh seri foto dan menyusunnya menjadi sebuah video! Horee… .
Lengkapi video dengan musik latar. Cari tema yang pas untuk animasi ‘stop motion’ kita.
Akan lebih menarik kalau model bisa ber”bicara”. Posting kemarin itu bilang ‘thank you‘, dengan gerak bibir mengambil 2 pola dasar bicara yang pernah dibahas posting ‘lipsync’ lalu. Paling bagus bibir model di”ukir” menirukan bibir orang yang menyuarakannya. Contoh di samping, …’gong-xi-fat-choi‘!
Melihat gerak bibir pengucapan ‘xi’ dan ‘fat’ lalu ‘gong’ dan ‘choi’ susah dibedakan, sepertinya 2 gerakan bibir saja sudah cukup untuk mengucapkan ‘gong-xi-fat-choi‘!
Selamat Hari Raya Imlek!
Animasi Foto Stop Motion Mengasyikkan!
Ada yang menyebutnya stop motion animation, ada stop animation saja. Kita, animasi stop. ‘Animasi stop’ lucu dan mengasyikkan. Bahkan kalau kita cukup kreatif siapa tahu ada yang menawarkan kontrak buat ‘animasi stop’ untuk iklan! Serius.
Kalau animasi foto efek ’3D’ posting lalu hanya terdiri atas 2 foto, animasi foto ‘stop motion’ ini ratusan hingga puluhan-ribu foto! Satu foto sama dengan 1 frame, diperlukan 15 foto (frame) untuk membuat klip video animasi berdurasi 1 detik. Untuk klip berdurasi 30 detik = 450 frame, untuk durasi 1 jam (3.600 detik)? Sa..baar, sa.baar.
Memang perlu kesabaran.
Semula berpikir ‘animasi stop’ adalah klip video utuh yang dipenggal-penggal adegannya, lalu penggalannya digabung dan dibuat jadi klip video sendiri. Wah gampang sekali, semua klip video bisa dibuat ‘animasi stop’ kalau begitu.
Mungkin benar demikian, tetapi saya berpendapat lain.
Animasi stop di sini adalah membuat serangkaian foto frame demi frame yang disusun menjadi sebuah klip video animasi sehingga obyek tampak hidup atau bergerak.
Seperti ini contohnya,
He.he… kurang bagus ya, tidak ada apa-apanya dibandingkan ‘Gulp’, animasi stop motion cantik dengan latar pantai sungguhan dan dipotret memakai kamera ponsel Nokia (contoh animasi stop motion untuk iklan ‘nih). Maklum belajar hanya sehari, masih banyak kurangnya. Lucu, dan senang, berhasil mencoba animasi stop dengan peralatan sederhana, digabungkan dengan ‘lipsync’. Asyiklah!
Kita bedah cara membuat animasi stop ini di posting berikutnya.
![]()
Wow, ’3D’ alias 3 dimensi! Kita mungkin pernah melihat gambar atau menonton film ’3D’ (3-dimensi) memakai kacamata 2 warna. Banyak cara untuk menampilkan kesan ’3D’, salahsatu adalah dengan memotret obyek yang sama 2 kali dengan sudut pengambilan berbeda (sedikit). Hasilnya? Gambar ‘jet coaster’ di samping.
Efek ’3D’ diperoleh dengan animasi, menampilkan 2 foto secara bergantian. Teknik ini disebut ‘wiggle’. Dengan goyangan ini pikiran kita menafsirkan adanya kesan “ruang” atau “kedalaman” (depth) di foto tersebut. Kita tertipu, yang terlihat ternyata tidaklah sama dengan sebenarnya.
Membuat efek ’3D’ sederhana sangat mudah, siapa pun bisa melakukannya, pakai kamera saku atau kamera telepon genggam.
Cari sasaran potret, paling bagus ada obyek di latar depan, di tengah, dan di belakang. Saat memotret usahakan posisi obyek ‘tengah’ tetap berada di tengah ruang bidik kamera kita. ‘Pret sekali, geser sedikit 4-5 cm, ‘pret sekali lagi. Beres.
Sunting foto, ‘crop’ foto sedemikian hingga obyek ‘tengah’ benar-benar tepat di tengah. Gabungkan kedua foto menjadi 1 berkas animasi ‘.gif’. Banyak program termasuk ‘Virtualdub’ yang sudah kita kenal dan dipakai berulangkali di sejumlah posting lalu, bisa membuat animasi dalam format ‘gif’.
Klik gambar animasi ‘gif’ tadi, horee… ada efek ’3D’!
Beberapa situs yang menyajikan artikel bagus dan foto ’3D’ menarik,
- Stereo Images
- 9 Crazy Cross Eye 3D Photography Images
- Wiggle Stereoscopy
- How to See 3D Photos
- How To Take 3D Pictures: For Anaglyph, Stereoscopic, or Wiggle
Di salahsatu artikel dijelaskan efek ’3D’ yang lebih realistis diperoleh dengan 2 kamera, mewakili mata kiri dan kanan, yang ‘jepret’ bersamaan.
(berhasil bikin ’3-D’ sayang ukuran berkas masih besar)
Animasi Lipsync Cepat Dengan JLipSync
Ingin buat animasi ‘lipsync’ cepat? Tidak berbayar alias gratis? Ada program namanya ‘JLipsSync’. Sudah coba dan ditayangkan di posting lalu. Sayang tutorial untuk program ini sedikit sekali hampir tidak ada, padahal sangat membantu membuat animasi ‘lipsync’.
JLipSync
Di bawah adalah tampilan ‘JLipsSync’,

Sederhana, tombolnya hanya sedikit. Kita bermain hanya di zona ‘bintik merah’. Panggil dulu berkas audio (suara berbicara, menyanyi) melalui menu [File]-[Open]-[Audio Wave Files]. Format adalah ‘.wav’ mono.
Putar audionya.
Berdasarkan pendengaran kita, ketikkan huruf demi huruf kata yang diucapkan atau dinyanyikan di kolom ‘Mouth‘. Jadi ‘deh ‘lipsync’nya. Gampang sekali.
Di kolom kiri adalah tabelnya. Cari ‘huruf’ yang diperlukan lalu ‘klik-klik’, atau, tekan [Shift]['huruf']. Huruf tampil di kolom ‘Mouth’, sedangkan gambar gerak bibir mewakili bunyi huruf tersebut ditampilkan di pojok kanan atas.
Selesai 1 kata, tutup dengan gerakan bibir ‘closed’.
Kalau semua sudah selesai, ekspor ke berkas ‘.avi’.
Klik menu [File]-[Create AVI File...].
Horee.. berkas ‘lipsync’ jadi.
Sinkronisasi
Mungkin ini bagian tersulit, menentukan kapan ‘huruf’ mulai disuarakan atau dibunyikan. Lihat kursor merah di atas? Gerakkan kursor berulang-ulang, bunyinya keluar, sampai ketemu posisi huruf yang tepat. Ketikkan huruf, [Shift]['huruf'].
Oops, bibirnya terlalu cepat terbuka. Harus ditambah waktunya. Gampang, tekan [Insert]. Kebalikannya, suara sudah keluar bibir terlambat buka. Tekan [Del] baris di atasnya.
Hati-hati saat [Del]. Baris terhapus akan me”narik” seluruh baris di bawahnya. Seluruh baris bergeser ke atas. Agar timing huruf-huruf di bawahnya tetap (tidak berubah), [Del] diimbangi dengan [Insert].
Begitu pula dengan penambahan baris [Insert]. Baris tambahan akan menggeser seluruh baris ke bawah. Agar timing huruf-huruf di bawahnya tetap, imbangi [Insert] dengan [Del]. Harus coba.
Selain menggeser-geser kursor untuk sinkronisasi, manfaatkan juga tombol ‘Playback’. Empat tombol ‘playback’; paling kiri playback seluruh audio. Di sebelahnya ‘play’ blok/segmen audio (tekan [Shift] dan geser kursor). Di kanannya, ‘play’ audio mulai batas kursor hingga akhir. Terakhir, ‘play’ audio dari awal hingga ke batas kursor.
Tips & Trik
Lebih baik gerak bibir mendahului 1 “langkah” sebelum suara keluar. Tampak lebih alami.
Ada huruf dalam suku kata yang nyaris tidak terdengar. Misalnya ‘ter’; cukup diwakili oleh ‘tr’. Huruf ‘y’ tidak tersedia jadi kata seperti ‘yang’ diwakili ‘ang’ atau ‘iang’.
Kalau setiap huruf dipaksa diwakili gambar gerak bibir, maka tampak bibir sangat sibuk. Contoh klip video di atas. Carilah huruf-huruf kunci yang nyata atau jelas terdengar di telinga.
Kekurangan program ‘JLipSync’, (1) gambar hanya bibir saja (2) gerakan bibir patah-patah, dan (3) untuk bahasa inggeris, sehingga kita harus kreatif mencari sendiri padanan gerak bibir yang pas untuk dilafalkan atau dibunyikan sesuai bahasa indonesia.
Tetapi bagi pemula yang berminat belajar animasi ‘lipsync’, program ini sangat bagus untuk awal berlatih.
Bagi yang gemar menggambar, bisa buat kartun sendiri, lengkap, ada kepala, mata, hidung, dst. Pada bagian mulut atau bibir, pengucapan dapat dinyatakan dengan 4 pola gerakan bibir atau mulut seperti di samping.
Selamat ber’lipsync’!
(demo video ‘lipsync’ me”minjam” pidato presiden Soekarno, ‘Kembali ke Jakarta’, 1949)




Setting target Alexa untuk
Sederet Translator