intermezzo

2009 November 9

Sesuai janji untuk rehat sejenak, intermezzo bahasa gayanya, saya temukan sebuah posting “Sejenak menikmati opera handbody“  dari mas Endar. Di bagian akhir opera, berkomentar “Apapun endingnya, saya sih lebih suka happy ending, semoga rakyat kecil macam saya tidak dilupakan. Dan jangan lupa untuk tetap mengembalikan jati diri bangsa yang telah lama hilang entah kemana.

Oh, rupanya opera itu yang ditonton mas Endar, ‘nyambung dan divisualisasikan dengan sempurna oleh mas Panji Koming di harian Kompas, Minggu kemarin,

PanjiKoming-8Nov2009

Cuoo..cok betul dengan adegan komik terakhir itu!

Iya, entah hilang ke mana itu jati diri?  Materi berkuasa, sanggup mengikis rasa malu, menggerus harga diri. Adat timur leluhur yang kita junjung tinggi turun temurun, akhirnya luntur juga!

Tidak perlu menyalahkan siapa-siapa. Masih ada tanda-tanda kehidupan, masih ada harapan, masih ada segelintir anak bangsa yang saleh, berpikir jernih, berhati lurus, termasuk Panji Koming, sekedar untuk mengingatkan, ini hanyalah sebuah opera yang bisa berakhir ke mana saja, neraka atau surga, bergantung maunya si empunya cerita.

Karena itu saya hanya bisa menggelengkan kepala seraya tersenyum di dalam hati, lalu membalas posting tadi, ” melelahkan & susah menikmati opera “oli” (versi saya), lebih lunyu dari sabun, vasilin atau handbodi, tak jelas kapan ending hepi, tak jelas stori, (karena) di belakang sutradara ada sutradara ada sutradara ketawa-ketiwi.. dst.”

Takut, ending tak hepi; sedih, guru kencing berdiri, murid kencing berlari, berapa generasi akan bertahan begini. Apa mau dikata, kalau opera dilakonkan tak sesuai skenario, sutradaranya sutradaranya sutradara habis mencaci, memaki, yang punya lakon kalau perlu, ganti. Itu yang kita tak tahu, ada teknologi dinding maya hingga sang super sutradara tak kasat mata.

Tak perlu mengeluh, mari duduk manis dan nikmati saja opera untuk kita belajar dan bercermin diri menjadi yang terbaik…

Begitu. No complain, enjoy… :D

#FF Itu Untuk Foto dan Fiksel

2009 November 8
oleh rioseto

BTC0_introKata siapa orang Sunda tidak bisa bilang ‘f’? Itu pitnah!” Kata fiksel betul dan dibaca piksel (pixel). Fas sekali, tidak ada yang salah.  (Jangan terlalu seriuslah.) Sebelumnya kita sudah tahu representasi ‘1′ dan ‘0′ bagi berkas teks, sekarang coba kita lihat ‘1′ dan ‘0′ untuk berkas foto.

read more…

‘Satu-Nol-Satu-Nol’ Itu Ternyata Juga “A”

2009 November 6

DEC2BIN3Apalagi ‘nih, kemarin posting ‘Satu-Nol-Satu-Nol’ = “10″ (sepuluh), sekarang ‘Satu-Nol-Satu-Nol’ = “A”. Yang benar mana? Keduanya benar, sistemnya yang berbeda. Bilangan biner cuma sederetan 0 dan 1 saja, ribet buat manusia. Biarlah komputer saja yang mengingat, … memang bahasanya.

read more…

‘Satu-Nol-Satu-Nol’ Itu Satu-Nol (Sepuluh)?

2009 November 4
oleh rioseto

DEC2BIN2‘Kok bisa? Bilangan biner terdiri atas deretan ‘0’ dan ‘1’, yang dibentuk dengan mencacah seperti ini 0, 1, 10, 11, 100, 101, 110, 111, 1000, 1001, 1010, 1011, … . Kalau diterjemahkan ke bahasa kita 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10, 11, … .  Ya, jadi benar, ‘1010′ dalam biner adalah 10 (sepuluh) dalam sistem bilangan kita (desimal).

read more…

Teknologi Informasi ‘Satu-Nol-Satu-Nol’

2009 November 3

Tahukah, teknologi informasi sesungguhnya beroperasi hanya berdasarkan prinsip kerja sakelar (switch)?

Sakelar (switch) yang untuk memadamkan dan menyalakan lampu itu? Benar, dan sakelar listrik ini hanya memiliki 2 keadaan, tutup (ada sinyal listrik, lampu menyala) atau buka (tidak ada sinyal listrik, lampu padam).

read more…

Jejaring Interkoneksi Terkecil: Rumah Kita

2009 Oktober 31
Rumah kita masa depan (www.guru3d.com)

Rumah kita masa depan (www.guru3d.com)

Suatu hari nanti harga komputer sudah begitu terjangkau sehingga setiap sudut ruang di rumah kita (juga di kantor dan tempat umum) ada komputer! Setiap orang trampil mengoperasikannya; komputer dianggap barang biasa, tidak berbeda dengan produk elektronika lain, yang dulu dianggap canggih seperti tv, mesin cuci, kalkulator, cd player, oven microwave, terakhir telepon selular.

Komputer akan menjadi bagian dari kehidupan kita sehari-hari. Satu komputer tidak cukup untuk nmenampung semua kegiatan anggota penghuni rumah. Begitu marak, komputer ada dimana-mana sehingga praktis kita tidak perlu repot lagi menjinjing komputer kesana-kemari. (Asyik, bebas.)

read more…

Protokol Lalulintas Informasi di Internet

2009 Oktober 29

Mengirim surat urusannya mudah; surat dilipat, masukkan ke amplop, tutup rapat, beri alamat dan kode pos, tempel perangko, antarkan ke kantor pos. Selesai (bayar dulu). Bagaimana  bisa sampai ke si alamat, itu urusan  kantor pos.

Mengirim informasi melalui internet mirip meski tidak sesederhana surat. Berkas yang hendak dikirim ditangani “kantor pos”, yang menerapkan  tata cara kirim dan terima berkas di komputer. Tata cara ini disebut protokol, yang mengatur berkas supaya sampai dalam waktu secepat-cepatnya. Ada  2 jenis protokol, protokol pengendali transmisi dan protokol internet sendiri. Keduanya membentuk kesatuan, Transmission Control Protocol/Internet Protocol disingkat TCP/IP.

read more…